Blog For Free!


Archives
Home
2006 February
2005 November
2005 September
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


 


 

kenangan tak terlupakan 2 minggu di Jatiluhur
09.08.05 (2:04 pm)   [edit]

Pertama tiba di Wisma Jatiluhur, semua barang-barang seperti HP, jam tangan, dompet + isinya, alat-alat kosmetik, obat-obatan termasuk vitamin juga dikumpulin…..wah padahal aku udah bawa vitamin dan madu. Agak sedih ‘n sebel juga sih…kenapa juga harus dikumpulin. Setelah itu koper juga digeledah…..sampai pakaian dalem juga diperiksain….bener2 deh, pas penggeledah itu….akhirnya pembersih muka Ponds aku diambil…hiks…hiks. Setelah penggeledahan….kita semua ke Stasiun Bumi Jatiluhur, disana kita melakukan samapta, lumayan juga disuruh lari selama 12 menit semampu kita….waktu itu aku dapet 4 keliling + 90 m kalo ga salah satu keliilingnya itu 400 m kali yah…agak lupa aku J. Abis lari yang cowo harus melakukan angkat badan sendiri dengan tangan digantungkan kesebuah besi diatas kepala….dan kaki menggantung, wah bener2 susah banget deh. Trus kalo yang cewe juga harus angkat badan juga tapi dengan teknik yang berbeda….tangannya juga memegang sebuah besi diatas kepala tapi kakinya dijatuhkan ketanah engan badan agak dimiringkan…kalo gak salah aku dapet 26 kali pas melakukan angakat beban ini. Seperti biasa push-up ‘n sit-up ‘ga pernah ketinggalan….aku uth paling ‘ga bisa kalo surh sit-up waktu itu aku cuma dapet 15 deh kemudian kita harus sprint dengan bentuk jalur lari seperti angka 8 sebanyak 3 keliling. Setelah samapta kita kembeli ke wisma….untuk bersih-bersih dan selanjutnya kita gladiresik buat upacara pembukan Dikdasus angkatan XXI hari jum’at 19 Agustus 2005.


 


Hari kedua pun tiba….upacara pembukan dihadiri oleh P’ Wimbo. Upacaranya berlangsung singkat….setelah upacara selesai disinilah dimulai penderitaan para siswa. Siang hari kita harus segera melakukan perjalan ke STB Jatiluhur dengan membawa ransel yang cukup berat. Sebelum ke STB Jatiluhur kita ke Cimumput duluuntuk melakukan penurunan bendera. Selama perjalanan menuju Cimumput kita disuruh jalan jongkok dan merayap, pas sampai ditengan hutan mata kita ditutup. Dengan mata tertutup kita disuruh merayap dan berendam didalam lumpur disuruh lari. Sempat aku dalam hati aku menangis….dan berkata “ wah ternyata cukup berat juga yah perjuangannya” saat itu aku juga memberi semangat ada diri aku bahwa aku bisa “ ayo widya kamu bisa” kata-kata inilah yang bisa membuat hatiku tersenyum. Setelah itu kita semua melakukan penyebrang didanau dengan tali…lumayan buat ngilangin lumpur-lumur tadi. Setelah itu kita semua diberikan renungan…lumayan juga ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan oleh instruktur Endi cukup menyentuh dan diiringi dengan lagu nasyid, sampai-sampai diri ini tak kuat menahan tetesan air mata, waktu itu aku Cuma terpikir mamah dan almarhum bapak. Air matapun tak henti menetes….sampai terdengar sebuah nasyid tenatang ibu (aku agak lupa syairnya). Yang sangat aku ingat ketika diputarkan sebuah nasyid judulnya “ Teman Sejati” ini cukup menyetuh juga….karena kita semua sedang berjuang bersama-sama diJatiluhur….liriknya pun masih melekat…


 


Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati


Buat menemani perjuangan suci


Bersyukur kini pada-Mu Illahi, teman yang dicari


Selama ini telah ku temui


 


Dengannya disisi perjuangan ini tenang diharungi


Bertambah murni kasih Illahi


 


KepadaMu Allah kupanjatkan doa


Agar berkekalan kasih sayang kita


Kepadamu Teman kumohon sokongan


Pengorbanan dan pengertian


Telahnya kuungkapkan segala-galanya


 


KepadaMu Allah kumohon restu Mu


Agar kita kekal bersatu


Kepadamu teman teruskan perjuangan, pengorbanan dan kesetian


 


Telahnya kuungkapkan segala-galanya


Itulah tanda kejujuran kita.


 


Sungguh saat itu teman itu benar-benar berarti buat kita, bersamanya lah kulalui semuanya. Kebersamaan dan kerjasama itu sangat penting buat kita. Terimakasih temanku, yang telah membantu disaat susah dan sedihku.


 


Hari ketiga, pagi hari diawali dengan jalan jongkok  dan merayap untuk melakukan olah raga pagi. Setelah itu kita sarapan pagi…seperti biasa aku ‘ga pernah bisa makan banyak, pokonya aku selalu merepotkan cowo-cowo pas waktu makan…. Maaf ya teman. Lalu kita semuamelaksanankan apel pagi. Perjalanan pun dimulai lagi, tapi hari ini tidah separah hari kemarin. Kita Cuma naik tower antenna di ITCC  dan turun tebing, saat naik tower disinilah berawalnya kaki ku cidera di pergelangan lutut kanan dan kiri. Setelah itu kita jalan menuju kedanau untuk melakukan penyebrangan tali basah. Lumayan dalem juga danaunya. Lalu seperti biasa kita ga pernah ketingglan untuk melakukan penurunan bendera di Cimumput, disini kaki mulai bertambah sakit. Tetapi aku tetap berusaha untuk berjalan semampuku walaupun berjalan dengan langkah yang pincang L. Saat perjalanan pulang ke STB Jatiluhur kaki ku sudah tak sanggup melangkah rasanya mau patah….makasih banyak buat Mas Hery, Sofyan, ‘n Ibnu yang udah bantuin dan menggandeng aku. Waktu itu aku mau digendong sama temen2 cowo Cuma aku ‘ga mau ngerepotin mereka. Aku yakin mereka juga merasa kelelahan….jadi aku berusaha jalan. Akhirnya tiba di tenda STB Jatiluhur tempat kita beristirahat. Saat tertidur lelap, tiba2 alarm berbunyi….wah itu tandanya kita semua harus berkumpul dengan seragam PDL lengkap dan ransel. Waktu itu aku belum ada persiapan sama sekali. Segera kuambil PDL dan ransel serta tak lupa slayer dan Topi benomor 31, kupakai sepatu dengan tergesa-gesa. Walaupun sudah berusaha dengan cepat tetap sajamasih terlambat, akhirya aku harus merayap dan jalan jongkok dengan kaki yang sudah tidak berdaya aku berusaha terus. Pas sampai kembali ketenda, aku baru sadar ternayata aku pakai sepatu terbaik kanan dikiri dan kiri dikanan….saking kebesarannya sepatu PDL itu ….sampai-sampai kau ‘ga bisa merasakan kalo aku pakai sepatu terbalik….inilah kejadian terlucu yang aku alami.


 


 


Hari keempat pun tiba, seperti hari-hari yang lain….hari ini juga penuh dengan push-up, jalan jongkok, dan merayap. Sore hari kita menuju ke Cimumput lagi untuk melakukan penurunan bendera, waktu itu aku disuurh menjadi petugas penurunan bendera…aku ga ngebayangin dengan kaki yang pincang aku harus berjalan dengan langkah tegak untuk melakukan penurunan bendera. Saat perjalanan kembali ke STB Jatiluhur rasanya kaki ini sudah tak sanggup melangkah lagi, kaki ku semakin sakit saja sepertinya ada engsel yang bergeser. Tapi aku harus tetap semangat, seperti biasa dalam perjalanan aku selalu minta bantuan cowo-cowo untuk membawa ranselku. Dan aku juga minta bantuan temen untuk menuntun aku berjalan dan perjalan berangkat dan pulang….makasih ya Sofyan dan Mas Dedi. Saat perjalannan pulang Mas Dedi yang menuntun aku, dia selalu memberi semangat dan motivasi padaku agar aku kuat dan meyakinkan aku bahwa aku bisa melalui semua ini. Makasih ya Mas Dedi….Akhirnya sampe juga di gerbang STB Jatiluhur….tapi bener-bener kaget tiba-tiba instruktur memberi perintah agar pada hitungan ke 10 kita semua harus sampai ditempat apel didepan tenda (jaraknya lumayan jauh). Dalam hati aku hamper menangis, bagaimana bisa aku berlari dengan kaki ku yang pincang…buat jalan saja sudah merupakan perjuangan yang sulit. Perhatian teman-teman pun langsung tertuju padaku. Lalu tiba-tiba mba’ Anita dan mba’ Yetty langsung menarik tanganku untuk berlari, mereka pun tak sanggup untuk menarik tanganku….akhirnya Mas Dedi dan satu lagi aku lupa karena mereka menarik aku sangat kuat, sampai-sampai kaki ku seperti melayang. Teman-temanku memang sungguh sangat baik, mereka selalu membantuku dan menyemangatiku. Terimakasih teman….tanpamu aku tak mungkin sampai ditempat apel pada hitungan ke sepuluh, tepat pada hitungan ke 9 ½ akhirnya aku sampai. Teringat kejadian kemarin malam kita dibangunkan tengah malam dengan seragam lengkap. Akhirnya malam ini aku tidur dengan memakai seragam PDL lengkap dengan sepatu yang basah waktu itu dan ransel disamping tempat tidurku. Ternyata dugaan ku tepat. Jam 2 malam alarm itu berbunyi kembali….aku langsung berlari menuju tempat apel dengan kaki yang pincang, waktu itu kita semua sudah bersiap siaga. Semua sudah berbaris….tetapi masih ada 1 orang yang belum ada…wah ternyata mba Yetty masih tertinggal ditenda, di atidur nyeyak sekali….waktu itu kita bener2 ‘ga bisa melihat dikegelapan malam. Maaf  banget yah mbak Yetty....karena gelap jadi kita ‘ga tau kalo mba’ masih ada ditempat tidur. Ya sudah kita semua harus merayap dan merangkak seperti biasa. Tapi dibalik semua ini banyak pelajaran yang bisa aku ambil diantaranya kita itu harus siap dalam keadaan apapun jika kita melakukan suatu pekerjaan dan kita harus mempersiapkan alat pendukung pekerjaan kita agar dapat memperoleh hasil yang baik.


 


Hari kelima, hari ini kita cukup senang juga…karena kita tidak melakukan perjalanan jauh lagi. Hari ini kita disuruh membuat pohon kehidupan dan menuliskan 5 peristiwa yang berarti dalam hidup kita lalu menceritakan kepada teman-teman. Waktu itu aku menulis :



  1. Ketika aku berusia 11 th, aku sangat senang sekali ketika aku memeperoleh NEM tertinggi di SD.

  2. Ketika aku berusia 12 th, aku bisa meraih juara umum di SLTP.

  3. Ketika aku berusia 15 th, aku senang bisa lulus test ujian masuk ke SMK Telkom.

  4. Ketika aku berusia 17 th, aku senang bisa ikut bergabung di PMI Indosat.

  5. Ketika aku berusia 19 th, aku merasa sedih sekali ketika aku harus ditinggalkan selama-lamanya oleh orang yang aku sayangi.

 


Sebenarnya masih banyak lagi peristiwa yang berarti buat aku…sayangnya hanya dibatasi sampai 5 saja.  Sore pun tiba, kukira kita hanya melakukan kegiatan materi saja hari ini. Siang hari kita disuruh membersekan tenda, dalam hati aku merasa senang karena kita pasti akan menuju ke wisma. Ternyata tidak sesuai dugaan, kita melakukan perjalannan ke Cimumput dan didalam hutan kita harus melakukan survival dengan perbekalan yang tidak terlalu banyak. Team kami berfikir kita akan lama tinggal dihutan jadi kita harus mengirit persedian makanan yang ada. Malam itu kita hanya makan 1 buah indomie dan sedikit nasi untuk 11 orang. Wah rasanya mana kenyang….saat ini kita mulai bersyukur…kemarin-kemar in selalu saja tidak pernah menghabiskan makanan kita. Tiba-tiba jam 2 pagi kita dibangunkan lagi-lagi dengan alarm. Kita harus merobohkan tenda yang sudah dibangun dan merapikannya kembali. Tapi agak seneng juga sih soalnya kita kembali ke Wisma dan bisa tidur nyeyak diatas kasur setelah 5 malam tidur dibawah tenda. Terima kasih Ya Allah….


 


Hari keenam, kita melakukan long march….perjalanannya kira 50 Km lebih. Wah kakiku masih pincang, tapi aku harus terus berusaha semampuku. Aku memohon kepada Allah agar aku selalu diberikan kekuatan untuk melalui semua ini. Ditengah perjalanan benar-benar panas sangat menusuk, minum pun tak boleh….air minum yang kita bawa harus kita tumpahkan ke seluruh tubuh kita. Alhamdulillah sedikit menyegarkan tubuh dan memberi sedikit tenaga. Akhirnya sampai juga di lokasi tujuan.


Hari ke tujuh, kita semua melakukan permainan high roof dilapangan...lumayan hari ini jarang ada hukuman push-up, jalan jongkok dan merayap. Ya hari ini hari bersenang-senang sejenak. Malam harinya kita melakukan evaluasi permainan High roof siang tadi...Oh ya malam hari ini juga bener-bener kaget koq tiba-tiba instruktur baik banget ngasih puding...kebetulan siswa No 27 (alias sofyan) ultah. Kita semua dikasih puding....awalnya aku agak bingung juga, koq puding untuk siswa dan instruktur berbeda...untuk instruktur agak sedikit lebih banyak daripada yang diberikan untuk siswa. Ternyata pas dimakan pudingnya koq pahit yah..........wah langsung cengar cengir deh para siswa....Hik hiks, kirain bakal makan puding yang enak...ternyata pahit banget seperti rasa obat. Tapi tetep aja sih kita dikasih puding yg beneran (alias puding yang manis) tapi dengan syarat puding yang pahit dihabiskan dulu....(wah aku gak doyan itu puding) L.


 


Hari ke delapan, hari ini kita melakukan canoe expedition (mendayung di waduk Jatiluhur). Waktu itu dibagi menjadi 3 kelompok....aku masuk kelompok Lebah Madu, kelompok lainnya yaitu Argo Banyu dan Gelombang Samudera. Wah....ternyata mendayung itu seru juga yah, walaupun tangan jadi gosong akibat korban mendayung. Malam hari kita belum sempat istirahat, kita melaksanakan Caraka Malam di ITCC, wah dengan mata yang sudah 5 watt….dalam perjalanan aku sampe tertidur. Aku dapet urutan ke 30 ….wah jauh banget, sambil  menunggu akhirnya kau tertidur pulas dipelataran halaman gedung ITCC. Saat giliranku tiba….aku pun mulai berjalan dengan kaki yang masih pincang…jalan selangkah demi selangkah dan perlahan lahan. Saat itu tidak ada perasaan takut sama sekali…karena aku merasakan betapa sakitnya kakiku untuk berjalan….jadi aku hanya terfokus pada kaki ku saja…dengan langkah yang perlahan akhirnya aku sampai di kamar mayat (yang penuh wajah-wajah aneh didalamnya) untuk mengambil sebuah nama bertuliskan “Widya Pertiwi” lega rasanya sudah kuambil nama itu akhirnya aku bisa duduk dan beristirahat.


 


Hari kesembilan, pagi hari kembali lagi ke Wisma, akhirnya instruktur menyuruh aku untuk mengurut kaki ku (ternyata mereka perhatian juga yah). Alhamdulillah setelah diurut aku bisa berjalan sedikit lebih baik. Setelah sholat jum’at, kita harus melakukan speed march. Kita hanya diberi waktu 2 jam 45 menit untuk menempuh jarak 6-7 Km. Karena waktu itu Mba’ Sekar juga mengalami cidera di kedua lututnya, terpaksa kita titipkan dia ke instruktur dengan konsekuensi waktu tempuh Speed March kita dikurangi 30 menit. Sekarang kita punya waktu 2  jam 15 menit untuk menempuh perjalanan ke Cimumput dengan rute melewati STB JAH dan ITCC. Jika kita tidak dapat menempuhnya dalam waktu 2 jam 15 menit maka Bintal (pembinaan mental) yang telah kita lalui sebelumnya akan di tambah 8 hari lagi. Akhirnya kita semua berusaha sekuta tenaga untuk melakukan perjalanan itu. Aku dan Mas Hery berjalan perlahan karena kondisi kaki ku yang belum begitu baik….kami ada di barisan tengah. Ditengah perjalanan kaki ku sakit lagi….semua otot kaki rasanya tegang. Mas Hery terus menyemangatiku….dia harus berusaha jugadengan keras karena tanggal 4 September 2005 akan melangsungkan pernikahannya. Itulah yan gmenjadi motivasi Mas Hery. Kira-kira mendekati tanjakan yang cukup tajam di Cimumput aku sudah tak tahan lagi mehanan sakitnya kaki dan nafasku pun terasa sesak…Alhamdulillah akhirnya aku sampai juga. Dan Angkatan XXI ini hanya menempuh dengan waktu 1 jam 44 menit 13 detik. Kita semua bersyukur kepada Allah, akhirnya kita semua bisa lulus Bintal. Saat sampai di Cimumput semua rasa sakit pun tidak kurasakan lagi….air mata ini menetes melihat perjuangan semua teman-teman. Ternyata kita bisa teman…. We Can reach Higher inilah motto angkatan XXI.


 


Hari kesepuluh, hari ini sudah mulai Bintra (pembinaan ketrampilan) kelas. Pagi kita mengikuti materi dikelas dan siangnya kita melakukan samapta lagi….seperti hari pertama kita datang. Kali ini dalam 12 menit aku bisa lari 6 keliling + 150 m. mengalami peningkatan juga akhirnya. Angkat beban badan pun aku bisa meningkat menjadi 50 kali….ya 2 x lipat dari yang pertama, kalo untuk push-up ‘n sit-up mah tetep aja….aku paling benci yang namanya sit-up. Kalo sprint 3 kelilng membentuk angka 8 masih mending deh dari pada suruh sit-up. Malam harinya kita harus buat paper min. 10 lembar ‘n max. 15 lembar, rasanya tanga udah males nulis waktu itu.


 


Hari ke sebelas, kita semua melakukan kerja bakti untuk melakukan pengecoran semen lapangan basket di dekat wisma dan membuat prasasti untuk Angkatan XXI didepan lapangan basket.  Sore harinya kita semua main volley dan sepak bola.


 


Hari ke dua belas dan ke tiga belas, bener-bener penuh perjuangan untuk membuka mata kita dan menyimak materi yang diberikan. Rasanya sulit sekali membuat mata ini terbuka lebar. Sampe ‘ga enak sama instrukturnya saat pemberian materi pasti banyak yang tertidur. Tapi pas saatnya jam istirahat mata kita baru bisa terbuka lebar….hehehe dasar para siswa. Tapi pas kita mengikuti materi dikelas…ternyata kita semua kangen sama instruktur Samsuri, Instruktur Kusdianto, Instruktur Lafriansyah….mereka inilah yang mengajari Bintal untuk para siswa. Saat mulai materi dikelas mereka sudah kembali ke tempat tugasnya masing-masing.


 


Hari ke tiga belas dan ke empat belas, mulailan pelaksaan SKI (Sarana Kerohanian Islam). Dan malam harinya melakukan muhasabah. Tibalah dihari yang sangat dinanti hari kamis tanggal 1 September 2005, sedih juga sih…pagi harinya kita masih harus mengikuti materi SKI padahal udah pengen banget pulang kerumah…akhirnya waktu meunjukan pukul 15:00….kita persiapan untuk pulang. Sebelumnya barang-barang kita yang diambil waktu itu dikembalikan akhirnya bisa pake handbody juga nih….seletuk Mba’ Anita. Sebelum pulang kita pamitan dulu dengan instruktur Rahman, sayangnya instruktur lainnya ‘ga ada.  Makasih banyak para instruk yang sudah memberikan begitu banyak pelajaraan berharga untuk para siswa. Semoga ini dapat menjadi bekal dikemudian hari.


 


Perjalanan pulang menuju ke KPPTI, sayangnya kita dipisah menjadi 2 bus…Awalnya udah diniatin mau tidur ah pas pulang di Bus, ternyata ga bisa….kita malah nyanyi bareng-bareng. Seru banget deh bisa ketemu dengan teman-teman yang begitu baik dan perhatian satu sama lain. Tapi hati ini belum sepenuhnya senang….masih ada perasaan dag dig dug….karena aku belum tau SK penempatannya dimana. Dalam hati aku hanya berharap yang terbaik dari Allah, dimana pun aku ditempatkan insyaAllah itulah pilihan terbaik dari Allah buat aku. Akhirnya pukul 19:10 tiba di KPPTI. Saat-saat menegangkan ketika akan dibacakan wilayah penempatan…..nama pertama yang disebutkan…Yundi di tempatkan di  Makasar…kemudian Ibnu di Aceh… Ranggan di Aceh. Hatiku semakin deg deg an….akhirnya namaku disebutkan….Widya di Local Network JBRO, ketika itu hatiku sedikit tenang. Karena aku masih memikirkan mamah…jikalau aku harus ditempatkan di luar jawa. Sebab hampir 70 % peserta dikdasus angkatan XXI ditempatkan diluar luar jawa. Ya....alhamdulillah aku ditempatkan di Jakarta, tapi sedih juga sih…pas denger Mas Hery ditempatkan di Banjarmasin. Padahal dia mau menikah tgl 4 September 2005…aku berusaha menguatkan hati Mas Hery…agar dia jangan terlalu sedih dan memikirkan masalah penempatan, karena dia harus konsen untuk pernikahannya. Mata Mas Hery pun menunjukan rasa kebingungan dengan penempatan ini. Tapi aku yakin Mas Hery orang yang kuat. Tetap semangat ya Mas Hery….ini yang terbaik dari Allah buat Mas Hery….


 

 
..wid... Jadwal Sholat


::Foto-fotoku::