Blog For Free!


Archives
Home
2006 February
2005 November
2005 September
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


 


 

Tetap Tersenyum
04.28.05 (9:19 pm)   [edit]

Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.


“Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya…” (QS Al mu'min:60).


Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam. Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal.


Bila belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa:


“Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan.” (QS An Nahl:1).


Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.


Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khuyuk.


Semua tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Ia tentukan.


Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:


“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al Insyirah: 5-6)


“Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya.” (QS Al Maidah:52)


Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya.


“Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al A'raf: 56)


“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf: 87).


Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma seperti yang kita idamkan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena,


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216).


Teruslah berjuang. Demi sebuah azzam yang dipancangkan untuk meraih ridho Ilahi Robbi.


Wallohua'lam bishshowwab.

 
Gak napsu makan
04.28.05 (1:59 am)   [edit]

Wah....dah 2 hari nih gak napsu makan.........:( dari kemaren gak kesentuh nasi. Tadi pagi dah disiapin sarapan ma nenek, tapi gak aku makan...rasanya mulut males banget nelen...akhirnya cuma minum susu aja. siang dikantor juga gak  makan nasi..ya cuma makan cheese burger, dah gitu langsung sakit banget perut :(. Kenapa yah....pa gara2 gak minum scoots emulsion lagi nih. Biasanya kalo sampe kantor...walaupun dah sarapan biasanya suka laper lagi...tapi nih gak sama sekali ada rasa laper...Mudah2an besok udah enakan deh mulutnya baut makan...


 


 

 
Long weekend...
04.24.05 (9:12 pm)   [edit]

Seperti juma’t biasanya kalo pas hari libur….aku selalu pergi ke makam almarhum bapak pagi-pagi, soalnya belum begitu panas….so aku bisa lumayan lama dimakam. Tapi kadang suka sedih juga kalo lama2 disana L. Tapi kalo jum’at pas gak libur…ya aku memanfaatkan hari minggu untuk ke makam, kalo bisa seminggu sekali aku harus kesana ngirim doa untuk almarhum…karena 3 amalan yang tidak akan terputus saat anak adam sudah meninggal dunia salah satunya adalah doa dari anak yang sholeh kepada orang tuanya, selain ilmu yang bermanfaat dan amal jariah. Gak terasa it was 7 months, 9 days… Trus…abis dari makam aku langsung buat daftar isi buat KP supaya bisa dijilid hari senin dan ditandatangan sama kajur aku. Rasanya…kalo ini dah selesai ploooong deh….satu beban sudah terselesaikan. Tapi masih banyak lagi yang harus dikerjakan….salah satunya buat planning untuk tugas akhir aku…gak terasa tinggal 15 sks lagi yang harus aku ambil….dan mudah2an bisa selesai di akhir agustus, biar aku bisa bimbingan di periode September……wah….baru mengkhayal ini :p gak tau deh realitanya gimana.


Siangnya...kecapean trus langsung tidur deh....capek abis ngedit halaman....eh jam setengah tigaan kebangun si lusi telpon, ya udah deh akhirnya nonton film aja...bis mau ngapain lagi, trus gak lama si lusi dateng ke rumah....mau ambil jawaban soal kalkulus...katanya sih buat bahan ujian.


Sabtu....aku shopping ma mamah 'n dewi ke mangga dua....iseng2 aja bis siang2 mamah ngajakin pergi ya udah ke mangga dua deh.....wah pegel banget kaki niiih....sampe2 malemnya tuh kambuh lagi migran ku.....pusing banget kepala sebelah kiri.....sampe sekarang masih kerasa pusingnya....lemes banget. hari minggu aja gak kemana-mana....abis pusing banget ....bener2 gak tahan deh, seharian tiduran aja....sambil nonton the last samurai.....minjem CD nya Mas Anjar. kamis kemaren sengaja minjem CD ma Mas Anjar...biar bisa ditonton pas weekend....


 

 
Batu Karang
04.19.05 (9:25 pm)   [edit]
berkompetisi dalam hidup itu tidak mudah
tidak mungkin menjadi orang yang biasa saja
jika kita ingin membuka tabir Dzat tercinta
di hari akhir nanti
roja' batu karang

diantara hamparan pasir
ku hanya sebutir debu
diantara luasnya samudra
ku hanya sepercik air

Namun tuk dipembuktian ini
kuingin jadi batu karang
yang tegak kokoh
walau diterjang ombak

ku tak ingin hanya menjadi sebutir debu
yang mudah diterbang angin
ku tak ingin hanya menjadi sepercik air
yang bersembunyi di balik buih

diantara gemuruh yang menderu
dalam menahan kerasnya terjangan ombak
batu karang meroja'
Ya Robanna... Ya Robanna...
aku ingin jadi begini untukMu
Ya Robanna... Ya Robanna...
kutahan sakitnya tempaan ini karenaMu

Ya Robanna... Ya Robanna
Wahai Dzat yang Pemurah
sayangilah hamba dan jangan Kau beri beban
yang tidak sanggup kupikul
berilah hamba kekuatan
agar dapat selamat dalam setiap episode tarbiyahMu
iringi hamba hingga dapat
bertemu denganMu di pelabuhan yang Maha Indah


 
Allah always be your side
04.18.05 (9:42 pm)   [edit]

Saat kau lelah dan tak berdaya
karena usaha yang gagal,
Allah tau betapa gigih engkau telah berusaha.

Ketika sekian lama kau menangis
dan batinmu menderita,
Allah telah menghitung tangismu.

Saat kau rasa hidupmu tak menentu
dan waktu terus meninggalkanmu,
Allah menunggu bersamamu.

Ketika kau kesepian dan kawanmu selalu sibuk,
Allah berada disisimu.

Saat kau telah mencoba sesuatu
dan tak tau harus berbuat apa lagi,
Allah memiliki jalan keluarnya.

Ketika semuanya tak masuk akal
dan engkau merasa bingung atau frustasi,
Allah memiliki jawabannya.

Saat tiba-tiba hidupmu lebih cerah
dan kau temukan secercah harapan,
Allah telah berbisik kepadamu.

Ketika semuanya berjalan lancar
dan banyak yang harus kau syukuri,
Allah telah memberkahimu.


Saat kegembiraan datang
dan engkau merasa terpesona,
Allah tersenyum padamu.

Ketika kau punya cita-cita
dan mimpi untuk diwujudkan,
Allah telah membuka matamu
dan memanggil namamu.

INGATLAH,..... dimanapun engkau
dan apapun yang kau hadapi
ALLAH MENGETAHUI

 
Batu Kecil
04.17.05 (9:20 pm)   [edit]

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.


Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.


Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.


Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Allah melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepada-Nya, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.

 
 
Selamat Ulang Tahun...Mama
04.17.05 (8:55 pm)   [edit]

Selamat ulang tahun ya ma....smoga diberikan sisa umur yang penuh berkah, selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu diberikan kesabaran dalam mendidik dan merawat aku, mbak renny, dan dewi ya mah. Mohon maaf nih mah...aku gak bisa beliin apa2...soalnya minggu kemaren kondisi badan aku lagi gak fit, jadi gak sempet kemana2, nyusul aja ya mah...May happinest always be with u J. You taught me everything, and everything you've given me, I always keep it inside.. You're the driving force in my life. There isn't anything or anyone I can be, and it just wouldn't feel right  If I didn't have you by my side You were there for me to love and care for me. When skies were grey Whenever I was down. You were always there to comfort me, and no one else can be what you have been to me. You'll always be you always will be the girl in my life for all times. Mama, I just want you to know lovin' you is like food to my soul.

 
 
 
Lagi sakit niiiih
04.13.05 (9:39 pm)   [edit]

Hari ini tenggorokan sakit banget nggak bisa nelen.....apa gara2 kemaren minum es podeng yah....iya sih 2 hari kemaren itu dah gak enak badan gitu...badan dah agak panas. tapi baru kerasa banget sekarang :( Ya Allah berikan aku nikmat sehat selalu...agar aku bisa menjalanakn rutinitas aku tanpa halangan....kalo sehat kadang kita gak pernah menghiraukan tubuh kita...kita gak pernah peduli dengan kondisi tubuh kita dan kita gak pernah bersyukur akan nikmatnya sehat itu. Tapi pas giliran sakit, baru deh terasa gak enaknya....mo ngapa2in rasanya nggak enak..makan apalagi...duh rasanya gak keruan deh. Trus ditambah besok mau ujian Algo...hiks...hiks..aduh gimana ngerjainnya yah...wong masuknya pas midtest aja...gimana bisa ngerjai ujian nih....:(. Mudah2an aja besok yang ngawas baik....tapi kalo perlu gak usah ada yang ngawas aja kali yah.... biar bisa nyontek.....heheheh (hari gini....masih nyontek, duh malu2in aja)...ya tapi kalo kepepet nggak papa kan...daripada hasilnya jelek iya gak sich. Ya hopefully soalnya gampang2 deh....

 
Pantas kah berharap surga
04.13.05 (4:04 pm)   [edit]

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?


 


Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.


 


Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?


 


Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.


 


Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?


 


Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.


Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?


Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?


 


Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?


 


Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.


Astaghfirullaah ...


 

 
Setetes Embun - Seni Menerima
04.10.05 (8:38 pm)   [edit]

Kemarin saya menerima sebuah buku dari teman saya. Sebuah buku yang sederhana sekali. Bukan buku yang mahal dan bukan buku yang langka. Biasa saja. Namun saya menerima dengan gembira. Dan karena saya menerimanya dengan gembira, teman saya itu mengucapkan terima kasih dengan perasaan haru.


Sesuatu yang sebetulnya membuat saya bertanya dalam hati, "Lho, bukannya dia yang memberi dan saya yang menerima?


Mengapa dia yang berterima kasih?


Bukankah cukup kata 'terima kasih' itu terucap dari mulut saya saja?"


Dan seperti dapat membaca pikiran saya, ia berkata, "Terkadang kebaikan itu bukan hanya berasal dari orang yang memberi, tetapi terlebih juga pada orang yang menerima.


Karena tanpa kerendahan hati si penerima, apa yang kita berikan menjadi sia-sia.


Justru karena orang menerima dengan penuh suka cita, kita juga merasakan suka cita itu."

 
Dream
04.06.05 (9:15 pm)   [edit]

Selasa kemaren....niatnya mau prresentasi program buat KP, biar cepet kelar 'n gak ada beban lagi. Eh ternyata dosennya ditunggu-tunggu gak dateng.....sedih banget. terpakasa harus dateng ke kampus pusat kalo mau cepet selesai...belum lagi minta ttd ma Kajur...duh pasti bakalan lama banget deh...padahal targetnya harus kelar bulan April.....tapi ya udahlah...mo gimana lagi. susah ya jadi mahasiswi....trus semalem tiba2 aku tuh mimpiin almarhum bapak.....sejak bapak meninggal aku belum pernah mimpi tentang dia....di mimpi aku....aku liahat dia tersenyum bahagia gitu deh....ya tapi dimimpi aku aku cuma melihat dia ternsenyum tanpa kata2. trus bis itu aku kebangun ternyata masih jam 1 malam....ya udah aku langsung berdoa buat bapak...smoga diberikan tempat yang layak disisi-Nya, dan dimaafkan atas segala kesalahannya. Kadang aku suka kangen banget sama almarhum....padahal dah hampir 7 bulan dia meninggal, tapi gak tau kenapa....aku masih merasakan belai lembut kasih sayangnya disisiku.....Ya Allah sampaikan sejuta sayang dan cinta ku kepadanya....jagalah ia disisimu ya Allah. Sayangilah dia....sebagaimana dia menyayangi aku sewaktu kecilku....membimbing dan mengajariku...menjaga dan merawatku....Ya Allah berikan yang terbaik untuknya... amiennn.

 
..wid... Jadwal Sholat


::Foto-fotoku::